Virus Omicron

Anda Terinfeksi Omicron? Coba 7 Cara Ini Agar Cepat Sembuh

Intan Rakhmayanti Dewi, CNBC Indonesia
TECH
 
Rabu, 09/02/2022 09:30 WIB

Jakarta, CNBC Indonesia - Penelitian menunjukkan bahwa Covid-19 varian Omicron memiliki gejala ringan dari varian sebelumnya, tapi jauh lebih cepat menular dibanding dengan varian lain seperti Delta.

Jadi, kemungkinan untuk tertular cukup besar. Apalagi bagi mereka yang masih beraktivitas di luar rumah atau banyak berinteraksi dengan orang lain.

Melansir laman NPR, Rabu (9/2/2022), ahli menjelaskan langkah-langkah yang perlu Anda ambil untuk menjaga kesehatan fisik dan mental agar segera pulih ketika dikonfirmasi positif Covid-19.



1. Pastikan Apa Benar Terinfeksi Covid-19

Direktur medis program kesehatan masyarakat di Boston Medical Center, Cassandra Pierre, mengatakan, jika Anda menunjukkan gejala seperti demam, sakit kepala, hidung tersumbat, sakit tenggorokan dan masalah pencernaan, ada baiknya langsung melakukan tes Covid-19.

Jika Anda memiliki persediaan tes antigen di rumah yang layak, kata Pierre, lakukan tes segera setelah Anda merasa ada gejala. Tapi dia menekankan, jangan gunakan tes itu sebagai bukti bahwa Anda bisa keluar dan berinteraksi di masyarakat dan mengira itu hanya flu biasa.

"Banyak orang menggunakan tes negatif awal mereka sebagai rasa jaminan yang palsu," terangnya.

Bagi mereka yang menunjukkan gejala dan hasil tes negatif pertama kali, lanjutkan dan lakukan tes kedua pada hari ke 3 atau 4. Saat itulah sebagian besar hasil tes positif.

Dan jika Anda dites positif pada tes antigen, tidak perlu keluar dan melakukan tes PCR. Sebab antigen juga memiliki sensitivitas yang sangat baik - terutama jika Anda bergejala.

Tes PCR lanjutan, bisa dilakukan jika Anda mendapatkan tes negatif dalam beberapa hari pertama dan perlu segera mengetahui apakah Anda mengidap Covid-19 selama beberapa hari.

2. Kabari Orang yang Kontak dan Batalkan Rencana

Pierre menekankan bahwa mengabari orang lain yang pernah kontak sangat penting.

Hal ini penting dilakukan, karena bisa saja mereka punya penyakit bawaan yang akan membuat gejalanya lebih parah ketika tertular virus.

Sementara, Michael Smith, profesor pediatri dan kepala divisi interim penyakit menular pediatrik di Duke University School of Medicine, menganjurkan orang yang positif tidak pergi kemanapun, kecuali untuk mencari perawatan medis yang dibutuhkan atau untuk menghirup udara segar.

Jika mengetahui positif saat tes di rumah, Anda juga perlu memberi tahu departemen kesehatan setempat.

3. Cari Bantuan Medis Jika Berisiko Tinggi

Kebanyakan orang akan mengalami omicron dengan gejala pilek atau flu, jika memang hanya ini gejalanya Anda tidak perlu buru-buru pergi ke dokter. Namun, ada beberapa keadaan ketika Anda harus mencari perawatan medis jika terjangkit Omicron.

Dan kapan Anda harus pergi ke unit gawat darurat atau perawatan darurat? Dokter di Suburban Hospital, Johns Hopkins School of Medicine Matt Leonard, menjelaskan ketika seseorang merasa tidak bisa mendapatkan cukup udara, mengalami gangguan pencernaan yang parah, dehidrasi ekstrem, atau mengalami kebingungan dan perubahan dalam status mental dianjurkan segera ke rumah sakit.

"Karena itu merupakan indikator bahwa otak Anda tidak mendapatkan cukup oksigen atau aliran darah," kata Leonard.

Ia mengatakan salah satu hal terpenting yang harus diingat jika Anda pergi ke unit gawat darurat adalah bahwa tidak ada obat ajaib yang akan membuat Covid-19 hilang.

"Sama seperti influenza, tidak banyak obat yang terbukti efektif untuk mengobati virus corona - terutama omicron," tuturnya.

4. Buat Rencana yang Sesuai untuk Keadaan

Kenali kemungkinan Anda atau seseorang di rumah akan mengalami komplikasi parah akibat Covid. Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit, daftar itu mencakup mereka yang berusia lebih dari 65 tahun, dengan gangguan kekebalan atau dengan kondisi medis tertentu yang mendasarinya.

Kemudian, dengan berkonsultasi dengan penyedia perawatan, pertimbangkan pilihan perawatan apa yang mungkin diperlukan.

Kedua, rencanakan gangguan pengasuhan anak. Jika seseorang di rumah Anda terkena Covid, siapa yang akan merawat anak-anak? Jika anak berada di usia sekolah, ketahui berapa hari mereka harus bolos sekolah jika mereka sakit atau bahkan hanya dinyatakan positif.

Juga penting untuk membuat rencana siapa yang nanti akan membersihkan rumah, memasak, mencuci piring dan pekerjaan rumah lainnya.

5. Tetap Temani Jika Anak Terinfeksi

Ketika berbicara tentang anak dan Covid, perlu diingat bahwa mereka tetaplah anak-anak yang butuh hiburan, permainan dan interaksi.

Anak terutama balita pastinya tidak bisa melakukan hal-hal dasar seperti makan, minum, buang air kecil, dan lain sebagainya secara mandiri dan masih perlu pendampingan dari orang tuanya.

Dokter pediatri di Duke University School of Medicine, Dr Michael Smith, juga menekankan orang tua untuk tidak terlalu mengucilkan balita yang terinfeksi Covid-19.

"Anda jangan katakan 'kamu sakit jadi kami akan menjauhimu' kepada anak. Pesan itu sangat terkesan negatif dan bisa menjadi sebuah pengalaman buruk bagi anak," kata Smith.

6. Jangan Sungkan Cari Bantuan

Pierre mengatakan bahwa ketika terinfeksi Covid-19 jangan sungkan untuk mencari bantuan. Misalnya pesan makan atau kebutuhan lainnya secara online, sehingga Anda tidak perlu ribet menyiapkannya dan bisa fokus istirahat.

Anda juga bisa membuat janji dengan rumah sakit atau perawatan kesehatan untuk mengontrol keadaan hingga dinyatakan sembuh.

7. Pastikan Benar-benar Sembuh Sebelum Beraktivitas Kembali

Menurut pedoman CDC, penyintas Covid-19 boleh keluar dari isolasi setelah lima hari jika gejala membaik atau tidak menunjukkan gejala apapun. Namun tetap, Anda masih harus memakai masker setidaknya lima hari setelahnya.

"Jika Anda sakit parah dengan atau kekebalannya terganggu maka tunggu setidaknya 10 hari dan diskusikan situasi Anda dengan dokter Anda," saran CDC.


(roy/roy)